Monday, 14 September 2015

Compilation Voices of My Heart

"Money isn't made from blood"

"Don't ever cheer someone by a fake hope"

"No matter how hard you tried, you will be a loveless, It's a destiny"

"Sometimes, someone does not want to do something. It does not mean she knows nothing. She's just afraid will do the same mistakes like others did. She's afraid become an evil, especially for people she loved"

"Although just a moment someone must be wanted to live the way she like"

"New journeys will create new dreams"

"I want to protect my heart"
"I want to keep it happily"
"But, I can't..."
"You, too. You are like my heart, 어머니
"Sorry..."
"I can't make my heart happy"
"So, how can I make myself happy?"
"How can I make everyone happy?"

"The biggest pray and hope, there is in something called "Heart" "

"If cannot say Sorry, how can say another words?"

"Don't put too much efforts to make everyone happy, because a human never feels satisfied of what they've got in life, and it makes you like a coward"

"Our drama is our life"


By. Rinaranmouri

Compiled on 15/09/2015


Friday, 10 July 2015

Manage your heart, chinguya!

When your heart felt the pain, it's because of yourself,
you can't manage it well.
sometimes, you think your life always like a competition.
with who?
your friends? your enemy? or yourself?
you set up your heart to be like that, no wonder if your heart got a lot of pain.

like today, someone told me that she never thought someone like that to be her competitor.
she said, she didn't mean to look down on her, but she just never put that girl's name on her mind, heart, or even a paper.
that girl, today, over her to be a winner.
but, she, my friend, said that she's fine.
so, I think, she will be hurt if people on her list over her. that's the way she managed her heart.
am I on the list, chinguya?
hahahahaha, never mind.
no matter, how much my name you wrote on your list, I still like you.
wae?
it's a secret ;)

Friday, 20 March 2015

Hurt and Me

나는 나
나는 너 미안함니다

Aku adalah aku
Aku yang bersalah padamu
Selalu bersalah padamu
Semua hal yang kulakukan adalah salah
Ketika tidak melakukan apapun juga salah
Karena, mungkin aku adalah kesalahan bagimu
Yang selalu mengingatkanmu pada rasa sakit dan penderitaan
Entah bagaimana lagi caranya
Agar membuatmu melihatku
Aku telah menyadarinya sejak lama
Bahwa aku tak ada dimatamu
Apalagi dihatimu

Sayangnya aku tak bisa kemanapun
Sayangnya aku tak bisa melakukan apapun
Bertahan disisimu adalah satu-satunya cara untukku bertahan hidup saat ini
Aku pun merasa bersalah karena menjadi parasit dan beban bagimu
Tapi,
Aku yang tak bisa kemanapun
Aku yang tak bisa melakukan apapun
Bukanlah kehendakku
Sadarkah ini karenamu sendiri

Mari kita bersama merasakan luka ini
Bersama kita terluka
Saling melukai satu sama lain
Kita terluka dan tak terobati, mungkin
Tapi aku selalu percaya kebaikan itu selalu ada
Meski kau tak percaya padaku
Aku akan tetap percaya


Sunday, 15 March 2015

My Thorn (Hurt Rose)

Don't come too close!
Jangan berdiri terlalu dekat denganku
Atau mencoba menyentuhku
I'm dangerous!
You will be hurt...na ttaemune
You will be sad... na ttaemune
You will cry... You will regret...
All ... na ttaemune...because of me...
Saying sorry, mianhae, maaf... isn't enough!
Never!

Ketika kau terluka karena ku
Aku pun takkan bisa memaafkan diriku
Ketika kau terluka karena ku
Tiap luka itu juga menjadi lukaku
Ketika kau terluka karenaku
Maka aku semakin melemah dengan penuh luka
Family, Chingu, dan juga semua orang disekelilingku
Karena aku, semua terluka
Oleh karena itu,
Don't come too close! 

Heart Hurt

Apa kau tahu artinya kehilangan?
Apa kau tahu rasanya kehilangan?
Apa kau pernah merasakan kesakitan namun kau tidak sakit?
Apa kau pernah merasakan kepahitan walau kau tak meminum sesuatu yang pahit? 
Tidak, kau tidak pernah
Atau, kau tidak mengerti semua itu
Itu bukan salahmu jika tidak mengerti
Tapi setidaknya bisakah kau mengerti aku?

Here, in my heart, nae maeumi, hati saya...
Merasakan itu semua
Rasanya amat menyesakkan sehingga membuatku kadang tak bisa bernafas

Aku membenci diriku sendiri
Aku begitu sulit memaafkan diriku sendiri
Karena aku, orang - orang disekitarku menderita
Karena aku, orang - orang yang kucintai terluka
Na ttaemune... Na ttaemune... 

Rasa sakit ini, tak seorangpun bisa menyembuhkannya
Kecuali aku sendiri
Tak seoranpun yang mampu mengobatinya
Hanya diriku sendiri
Namun, sampai saat ini
Aku masih belum sanggup melakukannya
Aku ingin berjanji namun aku pun tak sanggup mengucapkannya
Karena semakin aku berjanji
Mereka akan semakin terluka
Dan aku juga terluka
Semakin dalam dan parah
Aku takut pada akhirnya aku tak bisa menyembuhkan luka-luka itu
Hampir sekarat
Tapi aku masih mencoba bertahan
Bertahan untuk hidup
Berjuang untuk hidup
Berharap kesempatan masih ada untukku

Aku berharap semoga aku tak benar-benar kehilangan semuanya
Aku telah kehilangan waktuku
Karena itu rasa sakit ini, kepahitan ini takkan bisa hilang begitu saja
Karena waktuku yang hilang tak kan pernah kembali
Andai jika kita memang memiliki kehidupan lain dimasa mendatang
Aku akan memohon untu tak membuat kesalahan yang sama 
Aku tak ingin kehilangan lagi

Aku ingin hidup
Aku ingin hidup bahagia
Aku ingin hidup bahagia tanpa air mata dan luka
Aku benar-benar ingin
Ingin dicintai
Ingin mencintai
Ingin memiliki
Ingin hidup
Ingin bahagia dan membahagiakan 




Saturday, 3 January 2015

It's life, It's love!


Orang bilang jatuh cinta itu berdasarkan criteria yang kita inginkan. Contohnya temen gue yang satu ini, namanya Dandy, dia Playboy no.1 di sekolah, kriteria cewe idealnya antara lain 1. Harus berambut panjang dan wangi, 2. Harus berkulit putih dan gak terlalu pendek, proporsional gitu deh, 3. Harus pinter supaya bisa bantu dia ngerjain PR, 4. Harus banyak duit alias tajir, jadi kalau dia lagi bokek bisa pinjamin dia duit, 5. Harus cantik 6. Harus bermata indah 7. Harus yang idungnya mancung 8. Harus bergaya bak model 9. Harus popular dan masih banyak lagi kriterianya. Tapi herannya, ada aja dia cewenya, kalau habis putus pasti sebelum tiga hari udah dapat gantinya. Tapi kalau gue...

"Gue gak tahu tipe cewe ideal gue kayak apa?"

"Aduh, masa sih seorang Adrian Pratama Aditya gak tahu tipe ideal cewenya seperti apa?Pantesan aja lo jomblo terus."

Gue Cuma bisa diem saat diomelin panjang lebar oleh Mr.Playboy ini.

"Jangan bilang ke gue kalau lo masih gak bisa ngelupain cinta pertama lo itu. OMG Helllooooo… Dri... cinta pertama lo itu cuma cinta monyet, cinta anak SD kelas 1. Dan sekarang lo itu udah kelas 2 SMA, bentar lagi udah mo naik kelas 3 trus lulusan trus kuliah. Kalau lo terus terjebak dalam kisah cinta monkey lo itu, kapan lo bisa punya pacar? Gebetan aja gak punya… yang ada ntar lo bisa jadi Perjaka Tua alias Bujang Lapok yang tak laku-laku…"

"Lo kebanyakan nonton film P.Ramlee sih…"

"Aduh, gue itu serius sob… gimana kalau gue kenalin lo sama temen-temennya Rasty, temen-temenya Rasty itu maaaannnn, wow banget!" 

Dunia seolah membisu tanpa suara, bahkan suara dari bacot si Dandy juga seolah tak terdengar. Mataku hanya tertuju pada sosok yang melintas di depanku ini. Gue belom pernah liat dia disekolah ini? Dia anak baru ya? Kelas berapa? Pindahan darimana? Sejuta pertanyaan datang di otak gue, namun seketika ia hilang dari pandanganku, dan dunia seolah kembali normal seperti sedia kala. 

"Dri… Dri… lo dengerin gue ngomong gak sih?"

"Ah? Enggak…”Cuma itu jawaban yang bisa gue berikan dan jujur.
Dikelas…
"Anak-anak hari ini kalian kedatangan teman baru, silahkan masuk…"kata Bu Ranti

Seorang gadis berjilbab berseragam sma dan berjilbab putih melangkah masuk kekelas. That’s her! Itu cewe tadi yang gue lihat… 

"Perkenalkan diri kamu sama teman-teman…"perintah Bu Ranti

"Perkenalkan nama saya Aysa Fathirah Basha, cukup panggil Aysa, saya pindahan dari Kalimantan. Semoga kita bisa menjadi teman baik."

"Jangankan teman, jadi pacar kamu saya juga mau.”kata Adit membuat seluruh isi kelas tertawa. 

"Aysa, kamu boleh duduk dibangku yang kosong itu yang disebelah Fadilah.”kata Bu Ranti

OMG, bangku kosong itu artinya dia duduk di depan gue dong. Kok gue jadi salah tingkah gini sih? Jantung gue kaya habis lari muter keliling lapangan sepak bola sepuluh kali.
"Dri, ini jatah gue ya…”kata Dandy sambil berbisik ditelinga gue.
What? Enak aja tuh bocah, dia piker nih cewe barang apa main di tag aja.
Tapi,… cewe ini, kenapa perasaan gue dia ini gak asing ya? Hemmm, mungkin karena tadi gue udah ngeliat dia kali. Yah, pasti begitu!

***
Dikamar yang serba pink itu seorang gadis sedang menuliskan diary nya…

"Dear diary, hari ini aku melihatnya. 
Melihat sebuah keajaiban Tuhan. 
Siapa sangka aku akan menemukan seseorang dengan nama yang sama persis seperti bocah itu?
Apa itu memang dia, diary? 
Ataukah mereka hanya memiliki nama yang sama? 
Hmmm, entahlah diary.. 
Andai saja, maka aku akan biarkan waktu yang menjawabnya. 
Good night, Diary.” 

***
"Ma, sebelum tidur jangan lupa minum obatnya ya…"pesan papa via telefon
"Iya Pa nih udah dikasi obat sama calon dokter Adrian, papa kapan pulang?"

"Besok papa kaan pake pesawat penerbangan pertama ma, jadi mama gak usah khawatir, papa akan pulang cepat besok. Mama mau oleh – oleh apa dari Singapura?"

"Mama gak mau apa-apa pa… Mama Cuma mau papa pulang selamat dan gak kurang satu apapun."

"Amin. Ma, tolong telfonnya kasi ke Adrian, papa mau bicara."

"Adrian…"
"Iya Pa."

"Tolong jagain mama kamu ya, obatnya jangan lupa, besok papa pulang dengan pesawat penerbangan pertama."

"Perlu aku jemput pa?"

"Gak perlu, nanti biar Pak Amat yang jemput papa, kamu sekolah aja, tapi jangan lupa obat mama kamu buat besok pagi."

"Iya Pa..."

"Ya udah sekarang kasi telfonnya ke mama"

"Ma, papa mau ngomong sama mama…"

"Iya Pa"

"Ma, sekarang mama tidur ya… I love you honey"

"I love you too”
"Cieee, mama sama papa mesra terus… “
"Kamu tuh ngeledek aja… kamu tidur sana, besok kamu harus sekolah."

"Okay deh ma… Good Night ma…"

***
"Dri… gue udah kirimin dia sms 100 kali tapi gak pernah dibalas, gue telfon gak pernah diangkat, itu yang dikasi Fadilah ke elo beneran nomor Aysa bukan sih?"curhat si Dandy

"Yah mana  gue tahu, kan lo sendiri liat pas Fadilah kasi ke gue, teru pas Fadilah pergi lo langsung nyamber tuh kertas yang ada nomor teleponnya. Gue aja gak sempat liat tuh nomor telepon."

"Lagian buat apa lo liat juga. Kalau mau lo ama Fadilah aja, tapi Aysa buat gue."

"Wah, stress lo ya… masa abis putus dari Ranti kemarin sore hari ini lo mau pacarin Aysa."

"Loh? Why not?"

"Yah lo liat aja, Aysa kan pake jilbab tuh gak kaya mantan-mantan lo, kok tiba-tiba lo jadi alim gini?"

"Hahaha, itulah yang namanya cinta mamen, cinta itu…"

"Dari mata dan jatuh ke hati, itulah cinta yang sesungguhnya.. gue udah dengar kata-kata yang sama sebanyak 225 kali dari 20 cewe yang udah lo pacarin…kata-kata lo selalu sama mamen, gak kreatif."

"Yeee, biarin gak kreatif tapi masih mending punya pacar, daripada lo jomblo terus dari era kolot sampe era robot…"

Gue berlalu tinggalin si Dandy dengan masalahnya namun rasanya seperti ada yang memperhatikan gue deh, tapi pas gue balik badan kok gak ada siapa-siapa. Hem, mungkin perasaan gue aja kali. 

***
"Hem, untung pas lo kasi nomor itu ke Adrian gue liat kalau ternyata yang minta nomor gue tuh si Dandy."

"Emang kenapa kalau Dandy? Dandy itukan cowo popular disekolah ini Ay, Dandy juga tampan dan berbakat."

"Iya sih, berbakat, berbakat buat jadi Playboy cap Buaya. Lagian gue gak tertarik kok sama cowo kaya gitu, meding buat lo aja Dil."

"Lo masih Ngarepin pangeran masa kecil lo itu ya… sapa tuh namanya? Adri? Yang nolongin lo pas lo jatuh ditangga pas lo masih SD. Iyakan?"

"Haha, gue gak tahu Dil, Gue pasrah aja, jodoh itu ditangan Tuhan."jawab Aysa senyum senyum.

"Ay, Gimana kalau Adri lo itu ternyata si Adrian?”Tanya Fadillah dengan wajah yang agak ragu-ragu
"Kenapa muka lo gitu?"tanya Aysa balik

"Gak, Cuma nanya aja, sapa tahu iya, kalau gue sih mending Dandy kemana-mana daripada Adrian."

"Kenapa?"

"Adrian itu terkenal cool banget. Katanya Adrian itu pemilih banget, tipe ideal cewe dia itu loh… " katanya harus yang seksi gitu.
***
"Oh, cewe seksi yang gue bantuin waktu itu? Kenapa emangnya?"

"Gak, kan lo punya nomornya tuh…"

"Punya, dia juga sering sms in gue"

"Trus?"

"Trus apa?"

"Masa sih lo gak tertarik sama cewe secantik and seseksi itu?"

"Gak!"

"Wah, jangan – jangan ada yang gak beres sama lo, coba deh lo periksa ke dokter, gue ngeri jadinya mo deket-deket lo."

"Kenapa ? lo percaya sama kabar angin yang gak jelas itu?"

***
"Menurt kabar angin nih, ada juga yang bilang kalau dia itu emang cool tapi dia … Gay?"lanjut Dilla

***
"Selama ini apa pernah gue megang megang lo?"

"Gak"

"Apa pernah gue bilang cinta ke elo?"

"Gak"

"Apa pernah gue nyium lo?"

"Gak"

"Apa pernah gue mesra-mesraan sama lo?"

"Gak juga, tapi Dri… lo itu gak pernah deket sama cewe manapun."

"Ah, udah ah kalau lo gak percaya. Males gue ngomong sama lo!"

***
"Lo gak percaya?"

"Gak!"jawab Aysa tegas

"Yah, terserah sih, yang penting sebagai teman yang baik gue udah ingetin lo."

*** 

Didalam ruang kerja dirumah papa tampak sedang melakukan pembicaraan via telepon dengan seseorang.
"Iya pak… 
"saya percayakan semua sama bapak, 
"persiapan di singapura nanti tolong dipersiapkan segalanya dengan baik. 
"Dan tolong rahasiakan ini dari siapapun, termasuk anak dan istri saya. 
"Saya tahu waktunya sebentar lagi, karena itu saya akan mempersiapkan semuanya. 
"Okay, thank you…”Papa menutup telfon dan menangis.

"Papa…"

"Audrey?"

"Kok Papa nangis?"

"Sini sayang…"Audrey duduk di pangkuan papa

"Audrey sayang, Audrey sayang sama mama sama papa gak?"

"Sayang"jawabnya singkat

"Kalau gitu Audrey harus janji jadi anak yang baik, harus selalu jagain mama jangan sampai mama sakit."

"Mama sakit gara gara aku ya pa?"

"Bukan kok sayang…"

"Kenapa gak papa aja yang jagain mama?"

"Papa akan selalu menjaga kalian semua kok. Malah papa akan jaga kalian pake teropong bintang."

"Papa mau beliin Audrey teropong bintang? Janji?"

"Janji sayang, jadi kalau kamu kangen sama papa, kamu bisa liat bintang-bintang dilangit supaya gak kangen lagi"Audrey memeluk papa tapi matanya juga tampak berlinang.

***

"Okay anak-anak sekarang ibu minta kalian buat kelompok 4 orang dan kerjakan latihan halaman 73, kalian bisa bergantian dengan anggota keompok untuk mencari buku sebagai referensi di perpustakaan, 2 orang tinggal dikelas, 2 orang lainnya ke perpustakaan, nanti setelah dua orang dari perpustakaan kembali, yang dua lagi silahkan ke perpustakaan jika masih ada buku yang kalian perlukan."

"Baik bu…."

"Aysa, gimana kalau kita satu kelompok?”kata Dandy. 

Gak sengaja mata gue dan matanya beradu pandang.

"Boleh-boleh,”jawab Fadillah
"Gue gak nanya lo."kata Dandy
"Yeee, masalah gitu buat loh."balas Dilla sewot

"Ya udah, kita berempat satu kelompok aja." Kata Aysa. 

"Aysa, kita ke perpus duluan yuk, nanti biar Adrian sama Fadillah."ajak Dandy

Gue Cuma bisa diam dan lagi mata kami beradu pandang, namun dia segera mengiyakan ajakan Dandy.

***
"Ay, gue udah dapet beberapa buku nih…"

"Good"

"Ay,…"

"Apa?"

"Lo kan cantik tuh masih muda lagi, tapi kok lo mau sih pake jilbab? Pasti karena sekarang lagi tren hijab aja kan? Gue yakin lo pasti cantik banget kalau gak pake jilbab lo itu."

Pemandangan apa yang ada dihadapan gue kali ini? Gue bukannya sengaja memata-matai mereka.Tapi Aysa tampak terdiam menatap Dandy. Gue melihat jelas ketika Dandy dan Aysa saling bertatapan dan kenapa rasanya ada yang pedih di hati gue? Gue gak sanggup lihat situasi ini, dan gue putusin untuk balik ke kelas.

"Dandy, saya rasa ini adalah pertama kalinya saya berbicara lebih dari satu kata kepada anda. Saya tidak tahu berapa nilai mata pelajaran agama anda. Tapi yang tahu, siapapun tahu kalau seorang perempuan wajib menutp auratnya termasuk rambutnya. Itu adalah kewajiban bukan pilihan. Saya tidak tahu apa yang ada didalam otak anda, tapi saya mohon berhenti untuk coba-coba mendekati saya, stop sms saya, stop nelfon saya. Maaf, saya duluan." Aysa meninggalkan Dandy yang terpaku bak patung. 

"Oya satu lagi yang harus saya sampaikan, untuk dunia ini kita bisa saling tolong menolong, tapi untuk akhirat kita masing masing.Dan ini bukan tren."kata Aysa

*** 

"Aysa kembali ke kelas seorang diri."

"Dandy mana Ay?"tanya Dilla

"Masih di perpus."

Namun tak lama, yang dibicarakan muncul dengan wajah pucat.

"Lo kenapa?"gue sebenarnya pengen cuekin aja cuma gak tega juga liat teman sendiri.

"Gue gak papa.”kata Dandy. Gue merasa seperti ada sesuatu hal yang terjadi diantara mereka berdua.
***
Biasanya sepulang sekolah Dandy selalu nungguin gue, tapi hari ini dia pulang duluan, gak tahu deh kenapa tuh anak. 

"Adrian!" Ternyata Aysa di belakang gue.

"Ada apa?"
"Ini bukunya Dandy, tadi ketinggalan dikelas pas gue mo balikin dia udah gak ada."

"Kenapa gak lo balikin sendiri aja?"

"Lo kan temennya."

"Tapi lo kan pacarnya"

"What?"

"Gue liat kok lo berdua di perpus tadi. Pake jilbab tapi saling tatap lama kaya gitu. Gak baik uat lo nya!"

"What???”Aysa melemparkan buku Dandy  ke gue, dan itu bikin gue shock, dia berlalu pergi gitu aja. Tiba-tiba perasaan bersalah menyeruak di hati gue, 
“aduh kok gue ngomong gitu sih?” tiba-tiba Aysa udah ada dibelakang gue lagi. 

"Gue sengaja balik lagi karena harus ada yang gue omongin ke elo! Ternyata bener ya apa yang mereka bilang tentang lo! lo itu aneh, lo sama temen lo sama gilanya, yang satu sibuk ngoreksi penampilan orang, yang satu nya lagi sibuk menjudge orang padahal dia gak tahu apa-apa. Kalian fikir apa? Kalian fikir kalian juri pencarian bakat? Asal lo tahu, kadang apa yang kita lihat bukanlah sebenarnya apa yang kita lihat.” Aysa berlalu. Dan semenjak itu. Aysa benar-benar tidak pernah bicara dengan gue ataupun Dandy, bahkan tersenyum pada kami pun tidak.

Jika kami berpapasan di perpustakaan atau di kantin, ia lebih memilih menghindar dan menghilang dari pandangan kami. Perasaan bersalah ini semakin menyesakkan dada.

"Dandy, sebenarnya lo sama Aysa kenapa sih?"

"Gue sama Aysa gak ada hubungan apa-apa. Gue gak pernah sms atau nelfon dia lagi. Untuk menatap wajahnya aja gue gak berani, malu mamen."

"Kenapa?"

"Lo inget gak waktu gue berdua ke perpustakaan?”Dandy pun menceritakan semuanya dan gue semakin merasa bersalah dan gak bisa berkata apa-apa.

“Ya Tuhan, apa yang udah gue lakuin?” gue berjalan sempoyongan tanpa tujuan, bahkan gue gak tahu arah menuju kelas gue sendiri.

"Adrian… ngapain lo disini? Inikan toilet cewe?”kata Fadillah. Dan gue tersadar ternyata gue malah nyasar ke depan Toilet cewe untung belom masuk kedalam.

"Dil, liat Aysa gak?"

"Oh, Aysa… hari ini dia gak masuk, soalnya persiapan buat lomba Talent Show sekolah kita besok.”

"Dia ikut juga?"

"Iya, masa lo gak tahu sih? Hemmmm, wajar sih…gue perhatiin lo, Dandy sama Aysa kok kaya orang lagi berantem gitu, saling gak tegoran yah?"selidik Dilla

"Ceritanya panjang Dil…”gue certain semua yang terjadi sama Dilla dan ia Nampak sedikit kesal.

"Sekarang lo udah bilang minta maaf ke dia atau belom? telfon atau sms minta maaf gitu?” Gue Cuma bisa menggeleng. 

"Sekarang gue ngerti kenapa Aysa marah banget sama kalian. Yah wajar aja dia marah, lo berdua gila sih, yang satu udah kaya komentator busana, yang satu komentar tentang hidupnya dia, lo berdua mau jadi komentator sepak bola atau acara pencarian bakat sih? Asal lo tahu ya, Aysa itu gak mungkin mau pacaran sama orang lain karena masih belom bisa ngelupain cinta pertamanya si Adri Adri itu…”tiba-tiba gue kaget setengah mati 

"Maksud lo apa Dil?"

"Aduh gue keceplosan…gak bisa dijaga banget sih nih mulut gue!"Dilla memukul mulutnya sendiri

"Dil bilang ke gue…. Apa yang lo maksud cinta pertama Aysa itu anak kelas satu SD? Apa Aysa pernah jatuh dari tangga dan ditolongin sama anak laki-laki dan anak laki-laki itu yang lo maksud cinta pertamanya Aysa.?" Dilla agak terkejut namun ia hanya mengangguk tanda bahwa semua yang gue katakan itu benar.

"Ya Tuhan… apa yang udah gue lakuin selama ini?"

***
Di balkon atas...

"Kok tumben sih pa?"

"Tumben apanya? Kita emang biasa begini kan?"
"Iya sih biasa tapi kan biasanya papa gak bolos kerja Cuma buat santai dirumah?"
"Sekali-kali boleh dong ma… lagian papa kan nanti bakal lama gak bisa meluk mama." Mama nampak sedikit terkejut dan melepaskan pelukan papa

"Maksud papa apa? Emang papa mau kemana? ke luar kota?"

"Iya ma, papa harus ke luar Singapura, ada proyek besar yang harus papa tangani disana."

"Kenapa gak suruh anak buah papa aja sih?"

"Gak bisa gitu dong ma, ini kan bukan proyek sembarangan dan bukan klien sembarangan loh. Udah mama sini deh ... papa masih pengen peluk istri papa tercinta yang super gemesin ini." Mama kembali dalam pelukan erat papa.

"Berapa lama papa pergi nanti?"

"Belom tahu sih ma, tapi papa akan secepatnya menyelesaikan semua urusan papa disana. Kalaupun harus lama disana, nanti papa akan bolak balik deh seminggu sekali. Kalau perlu, nanti mama akan papa ajak kesana."

"Gak usah pa, gak apa-apa kok. Mama gak mau jadi beban buat papa disana nanti." Kali ini giliran papa yang melonggarkan pelukannya dan memegang kedua pipi mama.

"Ma, mama itu gak pernah menjadi beban untuk papa. Gak pernah sedetikpun mama menjadi beban bagi papa. Mama itu adalah bulan yang menerangi malam-malam papa, mentari yang menemani hari-hari papa, bintang yang selalu menghiasi kehidupan papa.” Papa kembali memeluk mama dengan erat

"Ma, papa mungkin gak bisa bikin kata-kata yang bagus buat mama, tapi papa Cuma ingin mama tahu kalau papa sangat mencintai mama, sejak dulu, sekarang dan nanti, bahkan sampai maut memisahkan kita.”

"Pa, terima kasih."

"Terima kasih?"

"Terima kasih untuk cinta yang begitu besar buat mama."

"Seharusnya, papa yang berterima kasih, karena mama sudah hadir ke dalam kehidupan papa. Terima kasih untuk menjadi mama bagi anak-anak kita. Apapun akan papa lakukan untuk mama karena cinta papa ke mama lebih dari apapun, dan terima kasih karena memilih papa daripada memilih si Playboy kunyuk itu. "

Mama tertawa dan papa mempererat pelukannya seperti memeluk sebuah boneka kesayangannya.
"Mama tahu gak, sebenarnya bukan mama yang jatuh cinta duluan sama papa. Tapi papa yang jatuh cinta duluan sama mama. Sejak hari pertama mama pindah ke sekolah kita, mama udah menarik perhatian papa. Tapi papa Cuma bisa mencintai mama diam-diam."

"Karena mama dulu jelek yah?"

"Haha, bukan ma… karena papa takut kalau mama terluka. Kan mama tahu papa itu dulu paling banyak fans nya"

"Papa mulai narsis deh… "

"Papa suka mama apa adanya, namun ketika mama berubah hari itu, hati papa rasanya sakit sekali."

"Kenapa? Karena papa yang lebih dulu cinta sama mama, tapi si Playboy kunyuk Randy itu naksir mama juga pas liat mama jadi cantik gitu. Mama juga mau lagi pacarnya, bikin hati papa tambah sakit. Mana anaknya sekarang jadi temennya anak kita lagi, nama juga gak jauh beda, Randy bapaknya si Dandy"

"Papa mulai deh... Kan Cuma sebentar pa, itu juga semua gara-gara papa kan."

"Kok gara-gara papa?"

"Iya dong, kan papa yang nyampein ke mama kalau si Playboy kunyuk itu nembak mama, mama masih inget loh pa…"

"Iya sih tapi mama jawab iya juga…"

"Abis mama udah terpesona sama papa, jadi mama pikir papa yang nembak papa, eh tahunya malah nongol tuh manusia di belakang papa."

"Trus kenapa mama putus dari dia?"

"Mama bilang ke dia, kalau mama ngerasa gak nyaman kaya gak menjadi diri sendiri. Diri mama yang sebenarnya adalah Dinanti yang selalu di kepang dua rambutnya, Dinanti yang selalu pakai kaca mata besar bukan lensa kontak, Dinanti yang suka merhatiin Hendri dari kejauhan ketika dia sedang main basket."

"Ehmmmm unyunya cayangku ini…"

"Pa, apaan sih…kaya anak alay deh kalau kata anak muda jaman sekarang"

"Yah ga papa dong ma, alay sama mama ini."

Dari kejauhan aku dan Audrey sangat asik memperhatikan kebahagiaan dan kemesraan orang tua kami.

"Ma, papa berdoa sama Tuhan semoga Adrian dan Audrey bisa seperti kita ya… "

"Iya, pa… Mama juga berdoa semoga mereka dimudahkan dalam segala hal termasuk dalam menemukan cinta mereka."

"Ma, terima kasih untuk cinta mama yang tidak pernah ada syarat apapun sehingga papa bisa memiliki mama sebagai pendamping hidup papa. Terima kasih karena menjadikan cinta kita sempurna, Dinanti yang selalu kunanti sejak dulu kini dan juga nanti. I love you Dinanti."

"I love you too, Hendri Pratama Aditya."

Papa dan mamaku berpelukan erat seolah mereka tak terpisahkan. Kisah cinta mereka, Cerita cinta mereka yang tulus seolah membuka mataku. Apa yang telah kulakukan pada Aysa? 

Audrey berlari ke kamarnya. Adik perempuanku satu-satunya yang masih duduk di TK. Jangan heran kenapa jarak usia gue sama adik gue beda jauh. Orang tua gue udah sangat menyayangi gue, mereka gak mau gue merasa kurang kasih sayang, karena itu mereka menunda untuk punya anak lagi sampai gue bisa ngerti keadaan dan menerima jika kelak gue punya adik. Nah, pas gue naik kelas 2 SMP, gue gak minta hadiah apa-apa, tapi gue minta adik baru, dan pas gue naik kelas 3 SMP kesampaian deh punya adik baru, cewe lagi. Audrey Pratama Aditya, she’s my princess, kalau ada yang macem-macem hadapin dulu abangnya yang ganteng ini.

Tapi hari ini Audrey tampak murung dan gue menghampiri sang princess ke kamarnya.

"Audrey sayang, kok cemberut…"

"Kak, tadi di sekolah aku pengen main sama Tania, tapi Tania bilang gak boleh, katanya kalau mau main sama Tania ada syaratnya."

"Syaratnya apa?"

"Katanya harus pake bando Hello Kitty, aku kan gak suka Hello kitty, aku sukanya Doraemon."

"Audrey sayang, kenapa kamu suka sama Doraemon?"

"Doraemon itu baik kak, dia selalu bantu nobita, gak ada sayaratnya lagi."

"Nah, kamu boleh kok jadi temannya Tania, karena persahabatan itu gak ada syaratnya, kaya Doraemon sama Nobita gitu."

"Tapi Tania gak mau temenan sama aku"

"Mungkin Tania nya sedang sibuk, emangnya temannya Audrey Cuma Tania?"

"Enggak, ada Cheryl, Chelsy, Dinda, Wulan, Yuda, Fikih."

"Nah tuh temennya Audrey ada banyak, sekarang mainnya sama mereka aja dulu, nanti baru main sama Tania. Pasti nanti Tania mau kok jad temannya Audrey. Audrey jangan sedih lagi ya…"

"Okay kak… Kak,.."

"Ya ada apa lagi?"

"Mama sakit gara-gara aku ya?"

"Siapa bilang?”Audrey Cuma menggeleng. "Audrey, mama sakit bukan karena Audrey, mama itu sakit jantung sayang… bukan sakit gara gara Audrey."

"Papa bilang papa akan jagain kita semua dari bintang"

"Iya, itu pasti, papa pasti akan jaga kita semua”dalam fikiran gue ada-ada aja deh papa masa mo jagain kita dari bintang.

***

"Okay, itulah tadi penampilan dari peserta no.16, dan yang terakhir adalah peserta no.17, marilah kita sambut… Aysa Fathirah Basha."

Aysa tampil menyanyi dengan piano menyanyikan lagu Untukmu Aku Bertahan milik Afgan 
Dia menyanyikannya sepenuh hati dan dengan suara merdunya dia sudah membius semua mata di ruangan itu, termasuk gue. 

Gue perlahan mundur kebelakang dan tiba-tiba handphoneku berdering… Papa.

*** 

Seminggu kemudian…

"Dil, kok gue udah seminggu gak liat Adrian?"

"Oh, lu masih suka merhatiin Adrian diem-diem ya? Cieeeee…"

"Apaan sih Dil… udah jujur aja, dia Adrian yang lo cari kan?"

Aysa hanya tersipu malu. Namun tiba-tiba Dandy datang tiba-tiba dengan nafas tak beraturan.

"Gue tahu dimana Adrian sekarang…"

***

"Dan, kok kita ke pemakaman gini sih?"Tanya Fadillah

"Nanti juga lo tahu sendiri…"

Dandy Aysa Dilla tiba di sebuah pusara bertuliskan nama Hendri Pratama Aditya. Dan disitu Adrian sedang duduk mendoakan papanya.

"Dri…"

"Eh, kok kalian bisa kesini!"

"Lo tuh jahat banget sih, kenapa lo gak pernah kasi tahu gue kalau lo sedang tertimpa musibah. Apa gue bukan temen lo? Apa perlu gue kumpulin persyaratan lamaran serta CV buat jadi temen lo? Tega ya lo…”namun Dandy malah memeluk gue.

Gue tersadar kalau disitu juga ada Aysa dan Dilla dan gue buru-buru melepaskan pelukan Dandy.

"Dri… kami turut berduka cita ya…"

"Makasih Ay…"

"Dri, sekarang keadaan nyokap sama adik lo gimana?"

"Nyokap sebenarnya masih shock dan terpukul tapi dia janji akan lebih kuat karena bokap akan selalu sama-sama nyokap. Gue gak pernah nyangka dan sama sekali gak ngira kalau bokap gue punya penyakit kanker otak stadium 4, dia sering ke luar negeri bukan urusan bisnis tapi untuk berobat dan sekaligus mempersiapkan diri buat jadi pendonor jantung buat nyokap gue. Bagi bokap gue, nyokap gue lebih tegar dan tanggu daripada dia. Dia yakin kalau anak-anaknya akan baik-baik saja kalau ia tinggalkan, tapi bokap gak yakin kalau nyokap yang ninggalin kita, mungkin kami semua bisa hancur. Karena itu bokap mutusin buat donorin jantungnya, apalagi setelah tahu dia mengidap kanker ganas."

"Trus adek lo?"

"Audrey, dia adalah orang pertama yang tahu semua ini. Gue gak nyangka adik gue bisa jauh lebih tegar daripada gue, dia bilang dia harus nepatin janjinya sama papa untuk jadi anak baik dan jagain mama, karena papa janji akan selalu melindungi kita dari bintang disana. Dasar guenya aja yang begok gak mikir ke arah sana waktu adek gue cerita soal janji papa itu."

"Ya udah, lo yang tabah ya Dri…"

"Btw, kok kalian bisa bertiga kesini?"

"Mereka udah baikan kok Dri…”kata Dilla. "Dan, temenin gue yuk, handphone gue ketinggalan di mobil."kata Dilla yang sengaja ingin meninggalkan Adrian dan Aysa

"Hah? Bukannya ada di tas lo?"

"Aduh ayo deh temenin gue”Dilla sepertinya sengaja menyeret Dandy dan meninggalkan gue berdua dengan Aysa.

"Ay…"

"Dri…" kompakan memanggil satu sama lain.

"Duluan aja”kata Aysa

"Gue minta maaf soal waktu itu,"

"Iya gak apa apa, gue juga minta maaf…"

"Ay, gue boeh Tanya sesuatu?"

"Boleh"

"Lo, anak cewe yang jatuh di tangga waktu SD itu ya?"

"Kok lo tahu? Pasti Dilla cerita nih..."

"Iya sih Dilla yang cerita, tapi gue emang lagi nyari dia, anak cewe yang pernah gue tolongin."

"Jadi? Lo Adri…yang nolongin gue waktu itu?"

Gue Cuma mengangguk

"Jadi, gue cinta pertama lo?"

"Menurut lo?"

"Menurut gue, iya. Karena lo juga cinta pertama gue dan akan jadi cinta terakhir gue. Orang tua gue punya cerita cinta yang indah sejak sma dan gue pegen kaya mereka. LO mau gak bikin cerita yang lebih indah dari itu?"

Aysa hanya mengangguk

"Pa, kenalin, ini cinta pertama aku yang pernah aku ceritain ke papa, tapi sayangnya dia keburu pindah ke luar kota, tapi sekarang dia udah balik lagi pa... dan dia juga akan jadi cinta terakhir aku. Aku akan bikin cerita cinta yang gak kalah indah dari cerita cinta papa sama mama."

"Om, nama aku Aysa. Mulai hari ini aku akan selalu menjaga Adrian, tante dan juga Audrey. Om gak usah khawatir lagi."

"Papa dengar kan pa? Pa sekarang kami pulang dulu ya, kasian mama sendiri di rumah. Nanti kami pasti datang kesini lagi pa. Pa, I love you."

***

Dalam perjalan pulang ke rumah gue, gue udah kumpulin segenap keberanian buat nyatain perasaan gue dan kesungguhan niat gue.

"Ay, lo mau gak jadi pendamping hidup gue?"

"Syarat buat jadi pendamping kamu sebenarnya apa?"

"Hem, gak ada syarat buat jadi pendamping aku, karena yang aku mau sudah aku dapatkan, aku Cuma mau kamu sejak dulu kini dan juga nanti."Aysa hanya membalas dengan senyuman yang teramat manis.

"Tapi kita masih anak SMA."kata Aysa

"Yup, karena kita masih belom selesai sekolah, kita punya kewajiban untuk menyelesaikan studi dengan baik dan ini bukan syarat atau pilihan, tapi ini kewajiban. Setelah itu akan melamar kamu dan kita aka terus berlari dan belajar. berlari mengejar impian dan cita-cita kita dan terus belajar untuk saling melengkapi, mengerti dan mencintai. Kamu mau?"

"Aku mau."jawabnya singkat namun jawaban itu sudah cukup bagi gue.

It's a life, It's a love. Itulah hidup, itulah cinta. Gak perlu syarat apapun untuk menjadikannya sempurna. Selama ketulusan satu sama lain itu ada maka kesempurnaan pasti terwujudkan. Meski kadang ada yang datang kembali dan ada yang pergi meninggalkan. It's a life, It's a love, tetaplah semangat seperti kami.

"Setelah lulus sma kamu akan lanjut kemana?"tanya Aysa

"Aku akan masuk kuliah kedokteran, kalau kamu?"

"Kalau kamu jadi dokter nanti, aku akan jadi penulis, aku akan bisa bekerja dari rumah bisa jagain mama sama audrey juga."kata Aysa

"Dan jagain anak-anak kita juga dong"gue coba meledek Aysa

"Apaan sih..."Aysa cuma tersipu malu. Ini kisah gue dan gue selalu berdoa agar kisah ini bahagia selamanya.

THE END

Wednesday, 22 January 2014

Sssssttt, I Love You ... Sister!

Sssssttt, I Love You… Sis ;)

Tanggung jawab mahasiswa salah satunya adalah mengerjakan semua tugas-tugas dari dosen termasuk penelitian. Sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi yang akan mencetak guru-guru professional, Dinar wajib mempelajari tentang karakter siswa-siswi di sebuah sekolah. Melalui mata kuliah Prose, Dinar dan teman-temannya di beri tugas untuk membuat sebuah penelitian tentang karakter siswa-siswi melalui cerita dengan tema bebas tentang siswa-siswi sekolah tersebut.
“Dinar… lo jadi lakuin penelitian di SMA Tunas Bhakti?” Gigi
“Jadi dong… .’’
“Enak juga ya jadi Dinar, keluarganya punya yayasan sekolah sendiri, salah satu sekolah terbaik pula.”kata Angel.
“Ya enak gak enak juga… selama keluarga bisa memfasilitasi segala kebutuhan yang gue perlukan, kenapa enggak gue manfaatin kan? Kata opa gue, Yang penting gue harus serius dengan apa yang gue lakuin dan juga tanggung jawab. Opa paling gak suka kalau gue terlalu santai dan seenaknya, bahkan semua tugas-tugas gue di control sama dia, kalau gue ketahuan minta tolong orang lain ngerjainnya, gue bisa digantung ”
“serem juga opa lo…”kata Gigi

***

Kelas XI-C
“Selamat pagi anak-anak…
Pagi bu…
Sebelum kita memulai pelajaran, ibu ingin memberitahukan kalau hari ini kalian mendapatkan teman baru… silahkan masuk…
Seorang murid baru dengan kacamata tampak melangkah masuk ke dalam kelas.
silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-temanmu…
Selamat pagi… nama saya Dinar, senang bertemu kalian…
Dinar, silahkan kamu duduk disamping Keisha…
Bu , masa cewe cupu gitu harus duduk sama saya sih? Kan dibelakang masih ada bangku kosong.
Keisha!!!
Gak apa-apa kok bu… biar saya duduk dibelakang aja. Kata Dinar
Ya sudah…
Dinar pun melangkah ke tempat duduknya. Keisha tampak melirik sinis ke Dinar. Sedangkan disamping Dinar ada dua orang yang juga berkaca mata yang tersenyum kepada Dinar. Dinar pun membalas senyum mereka.
Dinar tampak serius belajar, mendengarkan penjelasan yang diberikan guru dan mencatat soal-soal yang diberikan guru di papan tulis.
“baiklah…siapa yang bisa mengerjakan soal-soal ini, silahkan angkat tangan.
Keisha tampak menunjuk tangan, dan dengan lancar mengerjakan jawaban soal no. 1.
Sudah bu…
Loh, no.2 nya gak kamu coba?
Yang nomor duanya saya gak bisa bu, susah banget…
Okay, silahkan duduk, ada yang bisa menjawab no.2?
Hem… Keisha aja gak bisa ngerjain yang no.2, apalagi kita… kata salah seorang berkcamata yang tersenyum pada Dinar. Dinar hanya memperhatikan mereka, tiba-tiba guru memanggil nama Dinar
Dinar… apa kamu bisa menyelesaikan soal no.2?
Dinar tampak tergagagp, namun ia tidak menolak. Dianr maju dan mengerjakan soal no.2.
Bur guru tampak tersenyum. “Bagus Dinar… silahkan duduk.”
Tiba-tiba bel tanda pelajaran berakhir sudah berbunyi.
Baiklah, kelas selesai… jangan lupa untuk mengerjakan tugas kalian. Kata bu guru.
Dianr tampak mengemasi buku-bukunya kedalam tas, tiba-tiba Keisha dan dua temannya sikembar Vee dan Dee sudah berada di hadapannya.
Heh, anak baru… lo jangan macem-macem atau sok pintar disini, karena disini, gue adalah no.1, terbaik dari yang terbaik. Ngerti lo! Kata Keisha
Dinar hanya memandanginya tanpa keluar sepatah kata pun.
Keisha dan teman-temannya berlalu, sekarang malah salah satu orang berkacamata itu yang menhampiri Dinar.
Hai, Dinar… kamu tadi hebat sekali, bisa ngerjain soal no.2 itu, itukan sulit banget, kamu maukan ajarin kami? Kata anak perempuan yang berkaca mata.
Dinar masih terdiam tak bicara. Speechless dengan situasi sekolah, terutama kelas XI-C.
Oiya, maaf aku lupa perkenalkan diri… kenalkan namaku Alila Prasetya, panggil aja Lila… nice to meet you Dinar.
Nice to meet you too
Oya, sebentar… Randy…sini. Nah, Dinar kalau yang ini namanya Randy, dia memang agak pemalu.
Hi Dinar…
Hi…
Ya udah, gimana kalau kita kekantin, hari ini kan hari pertama Dinar masuk ke sekolah ini, hari pertama kita berteman, gimana kalau Randy yang traktir?
Loh, kok gue?
Ahhh, sudahlah…ayo….. Lila tampak menarik kedua tangan temannya, Randy dan teman barunya Dinar.
Dikantin…
Wow, liat… sekarang si anak baru udah dapat teman yang pas. Sama –sama berkaca mata. Trio Kwek Kwek Berkaca mata. Congratulaions… kata Keisha
Kamu kenapa sih Kei,… kami kan gak ganggu kamu. Kata Lila
Heh, cewe jelek… udah berani ngelawan gue lo…?kata Keisha
“Buruan minta maaf… kata Vee
Lila tampak ketakutan… “Maaf” kata Lila
Dinar tampak melihat kea rah Lila, saat Lila mengucapkan maaf kepada Keisha. Keisha kembali duduk dan meminum minumannya.
Jangan suka cari gara-gara sama mereka deh, kamu sok berani banget sih…”kata Randy. Dinar yang tadinya hanya diam akhirnya buka suara.
“memangnya mereka itu siapa sih? Kok kayanya mereka itu agak…lebay ya… kata Dinar.
Keisha itu murid yang pintar tapi yah itu sifatnya sombong, ngerasa gak ada saingan dikelas.
Gak ada saingan?
Iya, dulu sih ada, Keisha dulu sekelas sama Evan, pas naik kelas XI mereka gak sekelas lagi, Evan di kelas XI-A dan Keisha di kelas XI-C.
Kok bisa?
Sistem di sekolah kita ini kan gak kaya sekolah pada umumnya, semua anak pintar dan bodoh  dibagi sama rata, dengan tujuan mereka bisa saling mengerti, yang bodoh belajar dari yang pintar dan yang pintar mengajari temannya yang bodoh. System seperti itu sih bagus. Tapi tergantung orangnya juga, kalau orangnya kaya Evan sih pasti gak ada masalah. Tapi kalau kaya Keisha yang sombongnya kebangetan?
Dari tadi lo ngomongin evan, evan itu siapa?
Evan itu siswa kela XI-A, kalau istirahat gini sih dia seringnya di ruang olahraga, main basket atau ke perpustakaan. Evan itu pintar banget dan gak sombong. Selain itu evan juga banyak penggemarnya.
Kamu salah satunya? Ledek Dinar
Hah? Gue? Gak… aku gak tertarik sama Evan. Mungkin Randy yang suka.
What? Kok gue?
Abis, gue gak pernah liat lo deket atau naksir sama cewe, siapa tahu lo jeruk makan jeruk.
Dinar hanya memperhatikan kedua bocah didepannya yang sedang beradu argument ini sambil menyeruput minumannya hingga habis.

***

Dikamar Dinar yang seperti kamar seorang princess tampak berantakan oleh buku-buku dan artikel-artikel untuk mengerjakan tugas penelitiannya.
Dinar sendiri sedang terbaring dengan earphone ditelinganya. Dinar sedang teleconference dengan kedua teman baiknya, Gigi dan Angel.
So, gimana hari pertama lo di sekolah…? Gigi
Baik-baik aja sih, sampai saat ini semuanya masih bisa gue atasin semua
Terus penyamaran lo gak kebongkar kan?
Gak dong, btw, kacamata lo masih gue pinjem ya… trus baju sma lo juga ya Gi, gue males nih mo beli yang baru, hehe…
Apa sih yang gak buat lo. Kata Gigi dan angel kompak
Gimana ada brondong cakep gak?
Brondong aapaan sih? Lo kan tahu gue gak suka sama cowo yang lebih muda dari gue, jadi gak mungkin bangetlah gue lirik2 brondong di sekolah. Yang ada ge udah dapet musuh tau… gue dikatain trio kwek kwek berkaca mata lah… apalah itu…
Kok bisa?
Iya, gue kan ada temen baru, namanya Randy sama Lila, mereka itu gayanya kaya gue juga cupu2 berkaca mata gitu. Eh, gue dapat musuh namanya si Keisha, trus ada dua dayang-dayang pribadinya, Vee dan Dee, mereka itu tuh trouble maker.
Kasi pelajaran aja kenapa sih, kan lo cucu yang punya sekolah, mereka gak tahu emangnya?
Mereka gak tahulah siapa gue, gue juga gak mau mereka tahu siapa gue sebenarnya sampai gue selesai penelitian.
Ya udah deh, good luck buat lo… kalau perlu bantuan kasi tahu aja, kita pasti bantuin lo. Gigi
Maksih bnaget ya guys…
Kita juga makasih banget sama lo… berkat lo, opa lo ngasi ijin buat kita berdua buat lakuin penelitian di salah satu sekolah yayasan opa lo.
Iya, betul tuh kata gigi, trus kalau di sma lo ada brondong ganteng bilangin gue titip salam ya..kata angel
Dasar lo.
***
Hari-hari berlalu Dinar tampak sangat menikmati penyamarannya sebagai seorang siswi sma. Bersama Randy dan Lila, dinar fosuc belajar dan mengajari kedua temannya, namun tak lupa tugas penelitiannya. Setiap hari Dinar selalu menulis semua progress dari penelitiannya.
“Hai, elo Dinar ya? Tanya seorang anak laki-laki yang cukup tampan dan menghampiri meja Dinar Randy dan Lila.
“Eh, evan…”kata Lila
Randy tampak meilirik Lila, saat Lila menyapa evan.
Hi, Lila… Hi, Randy…
Hi, jawab randy singkat
Ada apa nih van? Tumben lo ke perpustakaan sendirian?
Temen-temen gue lagi latihan basket, kebetulan gue ada perlu di perpus, jadi terpaksa deh kesini sendiri, trus gak sengaja gue liat lo bertiga, gue pengen kenalan aja sama temen bar kita ini.
Oiya, kenalin ini Dinar.
Hi… Dinar dan Evan berjabat tangan. Gue Evan… nice to meet you Dinar. Gue dengar lo udah ngelahin Keisha di kelas.
Kebetulan aja kok
Kalau gitu gue boleh dong belajar bareng kalian
Boleh kok boleh . kata Lila
Randy tampak tak senang dengan keputusan Lila
Oke, thanks ya. Evan langsung duduk disamping Dinar dan ikutan belajar dan mendengarkan penjelasan dari Dinar.
Sejak saat itu, gak ada lagi Trio Kwek Kwek kacamata, karena mereka selalu berempat, Dinar Evan Randy Lila. Keisha dan teman-temannya makin tidak senang dengan situasi ini.
“Gue benci banget sama anak baru itu, gue heran kok dia pinter banget sih? Level pengetahuannya itu bukan level anak sma biasa.”kata Keisha
“Dia kan pindahan dari luar negeri Kei, mungkin karena itu dia lebih pinter dari lo.”kata Vee polos
Maksud lo?
Sorry Kei, tapi itu fakta, buktinya dia gak Cuma sekali itu ngalahin lo, sekarang aja evan deket banget sama dia, belajar dari dia, itu apa namanya, secara gak langsung itu membuktikan kalau dia emang lebih pinter dari Evan.”kata Dee
“Iya Kei, Evan kan lebih pinter dari lo, sedangkan Evan sekarang belajar sama Dinar, bukan sama lo.”kata Vee
Sebenarnya lo berdua itu tmen gue bukan sih? Kata Keisha sambil marah. “Awas lo Dinar, gue akan bales lo, dan ngebongkar siapa lo sebenarnya?”
***
Dinar, lo ngetik apaan sih? Gue perhatiin tiap hari lo ngetik trus…
Dinar tampak tergagap untuk menjawab pertanyaan Lila. Hah? Ini…ehm, ini Cuma cerpen kok…iya cerpen. Kata Dinar
Bukannya itu penelitian ya.kata Randy
Penelitian? Tanya Lila
Penelitian? Penelitian apa? Bukan kok…
Dinar, lo nyembunyiin sesuatu dari kita?
Ha? Gak kok… gue gak nyembunyiin apa-apa.
Ehm Guys, weekend ini kita ke pantai yuk. Kata evan
Boleh….boleh…. lagi-lagi Lila mengambil keputusan tanpa pertimbangan Randy dan Dinar
Dinar sebenarnya ngin menolak namun Dinar tidak ingin membuat teman-temannya curiga lagi terhadap dirinya. Randy juga tampak tak suka dengan keputusan Lila. Lila terlihat benar-benar menyukai Evan. Namun Randy juga tak berani mengatakan apa-apa.

***

Di tepi pantai tampak Dinar sedang berdiri dan sedang menelfon. “Aduh gue bener-bener bingung, kayaknya Randy udah mulai curiga. Itu bocah emang gak banyak bicara tapi dia jeli banget ama situasi. Bahkan dia tahu kalau gue lagi nulis penelitian dan bukan cerpen… aduh pokoknya gue bener-bener bingung deh…
GIGI berapa lama lo nginep disana? apa perlu kita kesana nyusul lo?
Nginepnya semalam doang, besok sore baru balik rencananya.  Situasinya makin ribet nih, belom lagi cerita si  evan, kayaknya tuh bocah naksir gue deh…mumet deh gue… lo pesen kamar di hotel ditempat gue nginep ya… jadi gue bisa ke kamar lo… ntar semuanya gue deh yang bayarin… tapi lo berdua kesini ya…
Angel, ya udah ntar kita  meluncur kesana, sabar ya sayang…
Tiba-tiba, evan sudah ada dibelakang Dinar…
Lagi nelfon siapa?
Ha? Ah, Cuma temen kok…
Oh, ehm…dinar, gue mo ngomong sesuatu sama lo.
Apa? Ngomong aja…
Ehm, gue cinta sama lo…
Seperti mendengar geledek di pagi hari… What? Ini bocah bilang cinta ke gue?
Ehm, sorry van, gue nggak ngerti lo ngomong apa… gue permisi dulu ya…
Namun saat Dinar berbalik, Lila sudah ada dibelakangnya, ternyata Lila juga mendengar pernyataan cinta Evan ke Dinar. Dan itu membuatnya menitikkan air mata. Lila selama ini memang sangat menyukai Evan, bahkan sampai ia tak sadar kalau ada seseorang yang mencintainya dan selalu ada disampingnya.
Lila…
Lila berlari dari hadapan Dinar dengan menangis.
Lilaaaaaa….. Dinar berusaha mengejar Lila, namun ia mendengar keributan di belakangnya.
Randy sedang memukuli Evan. Dinar segera melerainya.
Evan!!! Randy!!! Kalian apa-apa an sih? Apa kalian fikir jontok-jontokan bakal nyelesein masalah? Kalian ini mo jadi apa sih? Kata Dinar. Udah, Randy ayo kita pergi… kata Dinar
Dikamar hotel tempat Dinar dan Lila menginap…
Lila… udah dong… jangan nangis, gue gak ada hubungan apa-apa kok sama Evan.
Tapi dia cintanya sama lo, bukan sama gue.
Kadang cinta itu emang gak bisa dipaksakan, tapi kadang kita juga gak sadar kalau ada orang lain yang cinta banget sama kita.
Maksud lo?
Iya, Randy…
Lo bilang randy gak pernah deket sama cewe manapun kan? Lo tahu gak kenapa?
Lila menggeleng.
Itu karena Randy Cuma mau deket sama cewe yang ia cintai.. bukan cewe lain…
Jadi randy punya pacar? Kok dia gak cerita ke gue?
Gimana dia mau cerita kalau cewe yang dia cinta itu, malah cintanya sama orang lain.
Tuh cewe begok banget, dicintai sama Randy itu ibarat anugerah, Randy itu baik, pinter, gak kalah tampan kok sama boyband-boyband korea.
Tuh kamu tahu kalau Randy punya semua kelebihan itu, kenapa kamu gak naksir Randy aja? Daripada naksir orang yang emang gak cinta sama kita?
Aku udah berteman sama Randy sejak pertama kali kami ketemu pas hari penerimaan siswa siswi baru di Tunas Bhakti. Waktu itu aku juga sempat naksir sama Randy, tapi dengan berteman dengannya aku malah takut kalau naksir dia nantinya malah akan memperburuk hubungan persahabatan kami, dan aku gak bisa bayangin itu.”
Tapi kalau Randy sendiri gimana?” Lila terkejut ternyata randy sudah ada di kamar nya.
“Gue juga suka sama lo Lila, bahkan sejak pertama kita ketemu, gue udah suka sama lo. Gue bukan jeruk makan jeruk kok, gue juga selalu deket sama cewe yang gue suka itu, meskipun dia gak tahu kalau gue suka sama dia, tapi asalkan selalu bisa dekat dia, itu udah cukup buat gue.”
Okay, kayanya kalian harus menyelesaikan masalah kalian sendiri, gue tinggal dulu ya, ada yang harus gue kerjain dulu. Kata Dinar
Evan masih berada di tepi pantai, tapi ia tidak sendiri, ada Keisha disana.
Van, gue punya buktinya kalau Dianr itu buka siswi SMA, dia itu mahasiswa yang nyamar jadi siswi SMA untuk sebuah tujuan.
Gue bilang stop..stop stop! Kei, gue bilangin sekali lagi ke lo, lo denger baik-baik, gue gak suka sama lo, sekeras apapun usaha lo untuk jelek-jelekin Dinar di depan gue, gue gak akan percaya sama lo. Evan berlalu pergi meninggalkan Keisha
Evan… Evan… Evaaaaaann…. Kenapa sih lo gak percaya sama gue? Keisha mulai menangis.
Dinar yang melihat kejadian itu langsung bersembunyi agar Evan ataupun Keisha tidak melihatnya.
 Tiba-tiba handphone Dinar berbunyi.
Hallo
Kita udah nyampe di lobby nih…
Okay, lo tunggu gue disana jangan kemana-mana. Dianr langsung menutup telfonnya. Dan segera menuju lobby hotel.
“Tuh dia…”kata Angel
“Kita pulang sekarang?
“What?” gigi and angel kompak
Kok pulang sih? Kita kan baru nyampe.”kata angel
Situasinya tuh gak memungkinkan gue untuk stay disini lebih lama. Rahasia gue udah kebongkar.”kata Dinar.
Tiba-tiba… 
Rahasia apa? Tanya Randy yang tiba-tiba muncul di belakang Dinar bersama Lila yang membawa dompet Dinar yang jatuh dikamar ketika sedang membujuk Lila
Rahasia kalau lo sebenarnya bukan siswi SMA? Iya? Kok lo tega sih bohongin kita? Tanya Lila sambil menunjukan kartu tanda mahasiswa milik Dinar
Randy… Lila… gue bisa jelasin ke kalian.
Jelasin apa? Suara Evan yang tiba-tiba juga hadir diikuti Keisha
Yah jelasin kalau apa yang gue bilang itu bener, dia itu siswi SMA gdungan.”
Eh, cewe sombong, diem lo, gak usah sotoy deh lo.”kata Gigi
Okay, gue akan jelasin ke kalian… Gue… emang bukan siswi SMA Tunas Bhakti, gue udah lulus dari Senior High School di London dan gue adalah mahasiswi yang sedang melakukan penelitian untuk tugas kampus gue. Puassss?????
Asal kalian tahu ya, Dinar itu…”
Angel…”Gigi buru-buru menginjak kaki Angel supaya ia tidak melanjutkan kata-katanya, karena Gigi tahu kalau Angel pasti akan membocorkan rahasia lain kalau Dinar ternyata cucu pemilik yayasan sekolah Tunas Bhakti itu sendiri.
Gue kecewa sama lo. Kata Randy
Pantesan lo selalu lebih bijak dan dewasa dalam menyikapi sesuatu, tapi lu tahukan, kalau gue gak suka teman yang bohongin temannya sendiri.”kata Lila sambil berlalu dari hadapan Dinar
Lila…
Jadi karena itu lo nolak cinta gue? Picik tau gak sih lo! Kata Evan
Evan,,, gue minta maaf.
Maaf lo gak guna. Kata Evan ketus
Dengerin tuh…kata Keisha
Ihhh, pengen gue tabok deh tuh bocah, ngeselin banget.kata Gigi
Ya udahlah ya…kita pulang yuk.kata angel

****

Sejak hari itu, Dinar tak lagi terlihat disekolah SMA Tunas Bhakti. Dinar lebih sering menghabiskan waktunya hanya dikamar dan kekampus.
Dinar… ini kakek.
Iya kek, ada apa?
Boleh kakek masuk? Dinas membuka pintu kamar untuk kakeknya.
Kamu sedang apa?
Gak ngapa-ngapain kok kek… tugas juga udah hamper kelar.
Ya udah kalau gitu kita duduk di balkon kamarmu yuk..sudah lama kakek gak duduk disini, gak melihat mawar-mawar yang almarhumah nenek kamu tanam dari atas sini.
Dinar mnuruti kakeknya
Dinar, masalah itu akan selalu ada, tapi kita harus menghadapi dan menyelesaikannnya, bukan hanya diam dan alri dari kenyataan.
Dinar gak lari dari kenyataan kok kek, Cuma dinar belum siap aja ketemu mereka.
Dinar mengerti kalau kakeknya, ingin dirinya segera menyelesaikan masalah ini, agar tidak berlarut-larut dalam keadaan yang sangat tidak mengenakan ini.

***

Tahun ajaran baru…
Kelas XII-A
Anak-anak…mulai besok kalian akan diajar oleh guru baru yang akan menggantikan ibu untuk sementara waktu, ibu sedang ada tugas belajar selama 6 bulan di Australia, jadi ibu harap kalian dapat menghormati beliau walaupun beliau masih muda dan masih kuliah semester akhir.
Siapa bu?
Beliau adalah cucu dari pemilik yayasan terbesar di Indonesia, dan salah satunya adalah sekolah kita ini juga milik yayasan mereka. Kebetulan hari ini beliau sudah datang, dan ibu akan segera memperkenalkan beliau kepada kalian. Silahkan masuk…
Tampak seorang gadis muda dengan blazer pink muda dipadu celana putih dan rambut yang digerai panjang dan sedikit di curly tanpa kaca mata. 
Hamper tak ada yang mengenalinya, kecuali tiga oang murid, Lila, Randy, dan Evan. Kini mereka berada dikelas yang sama tanpa si pengganggu Keisha.
Senang bertemu kalian lagi… nama saya Dinar Raihana, kalian panggil saja Miss Dinar, saya akan menggantikan Miss Steward selama beliau bertugas di Australia.
Kali ini … Miss… Dinar… hanya mengajar atau sedang melakukan penelitian lagi terhdapa siswa-siswi disini?
Pertanyaan bagus Evan, kali ini saya akan melakukan penelitian terhadap kalian semua untuk skripsi saya. Ada pertanyaan lain? Lila dan Randy masih diam saja.
Bel istirahat berbunyi semua murid langsung berkeluaran begitu juga miss steward. Tinggal Dinar, Evan, Randy dan Lila yang belum beranjak dari kelas.
“Saya mau minta maaf sama kalian.”
“kita udah gak marah lagi sama lo, uuupss… sama Miss.”kata Lila
Panggil gue Dinar aja, Cuma kita berempat kok.”
Iya kita udah gak marah kok, Cuma kita kesel aja kok lo gak masuk sekolah setelah kejadian itu, emangnya tugas lo udah selesai?”
Oh itu, tugas gue udah kelar kok,”
Welcome back Dinar, kali ini janga bikin kita kecewa sama lo lagi ya, meskipun lo sekarang statusnya guru kita, tapi kita tetap teman kan.
Oh, tentu dong, kapan-kapan kita jalan bareng lagi. Gue deh yang traktir.kata Dinar
Oke deh, kita mo ke kantin, lo mo titip sesuatu?
Gak deh, makasih.
Ya udah kita duluan ya… kata Lila dan randy yang pergi meninggalkan Evan dan Dinar
Lo gak istirahat van… ? (Evan diam saja dan terus membaca buku psychologynya) Lo masih marah sama gue? Evan tetap diam. Van, lo kenapa sih?
Gak liat gue lagi baca, gue lagi baca tentang gimana karakter orang yang pikirannya picik alias sempit. Emang salah kalau anak sma naksir sama anak kuliahan? Trus slah juga kalau anak sma naksir gurunya? anak cewe boleh naksir pak gurunya gitu? Trus anak cowo gak boleh naksir guru cewenya? Usia kita itu gak terpaut belasan tahun, bahkan sepuluh tahun pun enggak.
Emang lo tahu usia gue?
Apa sih yang ge gak tahu tentang lo? Gue bisa Tanya ke Angel.
Angel… ?
Angel itu sepupu gue, gue juga baru tahu pas dia juga ada di lobby hotel waktu itu. Angel selalu cerita ke gue tentang temannya yang gak suka sama brondong atau apalah itu namanya. Dan ternyata dunia itu sempit banget ya, kenapa gue harus ketemu dan suka sama lo. Orang yang selama ini diceritain Angel ke gue.
Dalam hati Dinar, pengen banget teriakin Angel yang ternyata selalu menceritakan tentangnya ke Evan. “Jadi sekarang lo maafin gue atau gak?” diluar jendela, tampak Randy dan Lila yang sedang mengintip Evan dan Dinar sejak tadi. Ternyata mereka tidak pergi ke kantin melainkan malah ngintipin Evan dan Dinar.
“Maafin lo? Gue udah maafin lo kok, tapi lo belum balas pernyataan gue waktu itu.
Yang mana?
Waktu gue bilang gue cinta sama lo… lo langsung kabur gitu aja…
Gue rasa angel juga cerita kalau temennya itu udah jomblo sejak balik ke Indonesia, dan janji gak pacaran kalau belum lulus kuliah. Dan kuliah gue emang belom kelar sekarang, so gue gak akan pacaran sama siapapun.
Tapi setelah lo lulus kuliah, boleh dong gue nembak lo lagi?
Tergantung, kalau nilai akademik lo bagus dan bisa dapetin beasiswa untuk kuliah ke luar negeri, mungkin yahh…bisa lah dipertimbangkan.
Susah amat sih syaratnya
Ya udah kalau gak mau…
Eh iya iya iya… gue pasti bisa dapetin nilai yang bagus dan beasiswa ke luar negeri.
Okay, good. Btw, saat kalian lulus kuliah gue juga kelar, dan gue akan ke New York dan ngelajutin studi gue disana. So,... Good Luck." kata Dinar berlalu  keluar kelas.
Evan tampak kegirangan sendiri. Randy dan Lila juga gak mau kalah mendengar Dinar akan ke New York, mereka juga bertekad untuk mendapatkan beasiswa ke New York.
Mereka berempat, Dinar Evan Randy Lila semua tersenyum dengan kebulatan tekad masing-masing menuju New York.

Tamat